Umar bin Khattab

Jamuan Harian dari Sumber Ilmiah (Karya Ibrahim Muhammad Humaid dan Abdurrahman Abdullah Asy Syarif)

Sayyid Syadly

10/1/20242 min baca

Sabtu: Hidangan Sahabat

Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu

Nama dan Kelahirannya

Beliau adalah Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyaḥ, dan dikenal dengan kunyah "Abu Hafsh."

Garis keturunannya bertemu dengan Nabi kita di kakek yang kesembilan, Ka'ab bin Lu'ayy bin Ghalib. Umar lahir di Mekah, tiga belas tahun setelah tahun gajah.

Kehidupan dan Keutamaannya

Umar radhiyallahu 'anhu dikenal dengan tubuh yang kuat dan berkarakter berani serta tegas. Di wajahnya terdapat kemerahan yang semakin jelas ketika ia marah.

Ia dijuluki "Al-Faruq" karena Allah membedakan antara yang haq dan yang batil melalui dirinya. Allah memberikan kemenangan Islam dengannya berkat doa Nabi-Nya ,

اللهمَّ أَعِزَّ الإسلامَ بِأَحَبِّ العُمَرَيْنِ إِلَيْكَ

"Ya Allah, muliakanlah Islam dengan orang yang paling Engkau cintai dari dua Umar." (HR. Tirmidzi, no. 3681)

Umar radhiyallahu 'anhu memeluk Islam pada usia dua puluh enam tahun, dan keislamannya menjadi kebanggaan bagi kaum Muslimin.

Ibn Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata,

كَانَ إِسْلامُ عُمَرَ فَتْحًا، وَهِجْرَتُهُ نَصْرًا، وَإِمَارَتُهُ رَحْمَةً، وَاللَّهِ مَا اسْتَطَعْنَا أَنْ نُصَلِّيَ حَوْلَ الْبَيْتِ ظَاهِرِينَ حَتَّى أَسْلَمَ عُمَرُ، قَاتَلَهُمْ حَتَّى تَرَكُونَا نُصَلِّيَ.

"Keislaman Umar adalah sebuah kemenangan, hijrahnya adalah sebuah pertolongan, dan kepemimpinannya adalah sebuah rahmat. Demi Allah, kami tidak bisa shalat di sekitar Ka'bah secara terang-terangan sampai Umar memeluk Islam. Beliau berjuang melawan mereka sampai mereka membiarkan kami untuk shalat." (Al-Bidayah wa al-Nihayah (79/3))

Umar radhiyallahu 'anhu menyaksikan semua perang bersama Nabi , setelah wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu, ia mengambil alih kepemimpinan sebagai khalifah kedua di antara para khalifah yang terpilih.

Di bawah kepemimpinannya, ia berlaku adil di antara umat Muslim, penuh kasih kepada orang-orang yang lemah dan miskin, serta sangat dermawan dalam memberikan bantuan kepada yang membutuhkan. Ia juga sangat taat dan zuhud terhadap dirinya sendiri, sehingga para sahabat khawatir akan kesulitan hidup dan sedikitnya makanan yang ia miliki.

Umar radhiyallahu 'anhu adalah orang pertama yang mendirikan Baitul Mal (kas negara) untuk umat Muslim, orang pertama yang menciptakan sistem divisi pemerintahan (dawawin), mendirikan sistem militer, dan juga memperkenalkan kalender Hijriyah.

Selama masa kepemimpinannya, sebagian besar wilayah Islam dibuka, seperti Damaskus, Yerusalem, serta daerah-daerah lain di Syam, Irak, Mesir, dan Libya.

Wafat beliau

Beliau syahid pada hari Rabu, 26 Dzulhijjah tahun 23 H, setelah kembali dari haji. Saat ia sedang shalat subuh bersama orang-orang, Abu Lu'lu'ah al-Majusi menusuknya dengan sebuah belati berkepala dua yang dilapisi racun dengan enam tusukan.

Ia dibawa pulang ke rumahnya dalam keadaan darah mengalir dari lukanya. Ketika ia merasakan akhir hayatnya semakin dekat, ia berkata kepada putranya Abdullah,

اذْهَبْ إِلَى عَائِشَةَ فَسَلْهَا أَنْ تَأْذَنَ لِي أَنْ أُدْفَنَ مَعَ النَّبِيِّ ﷺ وَأَبِي بَكْرٍ

“Pergilah kepada Aisyah dan mintalah izin untuk saya dikuburkan bersama Nabi dan Abu Bakar.” (HR Al-Bukhari, no. 1392)

Aisyah pun memberikan izin. Umar kemudian tinggal selama tiga hari sebelum meninggal. Shalat jenazahnya dipimpin oleh Shuhaib, dan ia dimakamkan di samping Nabi dan sahabatnya.