Abu Bakr

Jamuan Harian dari Sumber Ilmiah (Karya Ibrahim Muhammad Humaid dan Abdurrahman Abdullah Asy Syarif)

Sayyid Syadly

10/1/20242 min baca

Sabtu: Hidangan Sahabat

Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu 'Anhu

Nama dan Kelahirannya:

Beliau adalah Abdullah bin Abi Quhafah At-Taimi Al-Qurasyi, yang nasabnya bertemu dengan Nabi kita Muhammad pada kakek keenam, yaitu Murrah bin Ka'ab. Beliau dilahirkan di Mekkah dua tahun enam bulan setelah Tahun Gajah.

Riwayat Hidup dan Keutamaannya:

Beliau radhiyallahu 'anhu berkulit putih, tubuhnya kurus, betisnya kecil, matanya dalam, dan beliau adalah salah satu orang yang paling zuhud dan paling bertakwa. Beliau juga dikenal sebagai orang yang dermawan, menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah.

Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu memulai hidupnya dalam Islam dengan berdakwah kepada Allah Ta'ala. Beliau mengajak kaumnya dan keluarganya untuk memeluk Islam, dan banyak yang masuk Islam melalui tangannya, di antaranya adalah Zubair bin Awwam, Utsman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Sa'ad bin Abi Waqqash, dan Abdurrahman bin Auf radhiyallahu 'anhum.

Beliau juga dikenal karena membantu orang-orang lemah dan membutuhkan. Beliau memerdekakan Bilal bin Rabah, Amir bin Fuhairah, Ummu 'Ubais, Zunairah, dan lainnya.

Beliau radhiyallahu 'anhu mengikuti semua peperangan bersama Nabi dan memiliki sejumlah keistimewaan dan sifat khusus. Beliau adalah menteri Nabi , penasihatnya, serta teman perjalanannya dalam hijrah.

Nabi juga menunjuknya untuk memimpin salat saat beliau sakit menjelang wafat. Beliau diberi sejumlah gelar kehormatan, salah satunya adalah "Ash-Shiddiq" karena selalu membenarkan Nabi . Nabi memberinya gelar ini di Gunung Uhud, saat bersama Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan, tiba-tiba gunung tersebut bergetar di bawah mereka.

Nabi bersabda,

اثبتْ أَحدٌ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ نَبِيٌّ وَصِدِيقٌ وَشَهِيدَانِ

"Tetaplah tenang, wahai Uhud! Sesungguhnya di atasmu ada seorang nabi, seorang shiddiq, dan dua orang syahid." (HR. Bukhari, no. 3675).

Setelah peristiwa Isra' Mi'raj, banyak orang yang terfitnah dan meragukan kejadian tersebut. Beberapa di antaranya datang kepada Abu Bakar untuk mendengar pendapatnya.

Beliau berkata,

لئن كَانَ قَالَ ذَلِكَ لَقَدْ صَدَقَ إِنِّي لَأُصَدِّقُهُ بِأَبْعَدَ مِنْ ذَلِكَ، أَصَدِقُّهُ بِخَبَرِ السَّمَاءِ

"Jika memang beliau (Nabi ) mengatakannya, maka sungguh benar apa yang beliau katakan. Aku bahkan mempercayainya dalam hal yang lebih jauh dari itu, aku mempercayainya dalam berita dari langit." (Dalail An-Nubuwwah oleh Al-Baihaqi, 2/361).

Nabi juga memberinya gelar "Al-‘Atiq" ketika bersabda kepadanya,

أَنْتَ عَتِيقُ اللهِ مِنَ النَّارِ

"Engkau adalah orang yang dibebaskan oleh Allah dari neraka." (HR. Tirmidzi, no. 3679).

Beliau juga disebut sebagai sahabat (ash-shahib) oleh Allah dalam firman-Nya,

إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

"Ketika dia berkata kepada sahabatnya, 'Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.'" (QS. At-Taubah: 40).

Selain itu, beliau disebut sebagai orang yang paling bertakwa (al-atqa) dalam firman Allah,

وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى

"Dan akan dijauhkan dari neraka orang yang paling bertakwa." (QS. Al-Lail: 17).

Setelah wafatnya Nabi , Abu Bakar radhiyallahu 'anhu diangkat menjadi khalifah melalui baiat di Saqifah Bani Sa'idah.

Beliau memimpin umat Islam selama dua tahun tiga bulan. Masa kekhalifahannya dimulai dengan peperangan melawan kaum yang murtad (Perang Riddah), di mana beliau mengirimkan sebelas panji perang ke berbagai penjuru Jazirah Arab dalam waktu yang singkat.

Setelah itu, beliau mengirimkan pasukan untuk menaklukkan kota-kota di Syam dan Irak. Selama masa kekhalifahannya, Abu Bakar juga mengumpulkan seluruh Al-Qur'an dalam satu mushaf.

Wafatnya:

Beliau wafat pada malam Selasa, 22 Jumadil Akhir tahun 13 Hijriah, setelah menderita sakit. Abu Bakar dimakamkan di sebelah Nabi di kamar Aisyah, sehingga beliau tetap bersama sahabatnya seperti ketika di dunia. Semoga Allah membalas kebaikannya atas umat Islam, meridhainya, dan memberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya.